efek rumah kaca

EFEK RUMAH KACA

Planet bumi tetap hangat meskipun berada ditengah-tengah luar angkasa yang dingin. mengapa terjadi? Efek rumah kaca telah membuat suhu di bumi tetap hangat sehingga kehidupan tetap berlangsung. 

Sumber energi pertama yang menghangatkan bumi berasal dari matahari. Sinar matahari yang terus-menerus memancarkan kebumi sebagian besar diserap permukaan bumi, sisanya dipantulkan ke angkasa. Pantulan sinar matahri dapat terperangkat akibat terhalang gas-gas rumah kaca. Proses terperangkapnya panas di atmosfer dikenal dengan efek rumah kaca. peningkatan kadar gas-gas rumah kaca diatmosfer menyebabkan panas yang terperangkap semakin banyak. hal itu membuat suhu bumi semakin tinggi. setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan yang berbeda-beda. Sebuah molekul Metana (CH4) memiliki efek pemansan 23 kali dibandingkan molekul karbon dioksida (CO2). molekul nitrogen oksida (NO) memiliki efek pemanasan 300 kali dibandingkan molekul karbon dioksida (CO2).
Jenis gas-gas rumah kaca adalah sebagai berikut :
1. karbon dioksida (CO2)
2. Metana (CH4)
3. Nitro oksida (NO)
4. Dinitro oksida (N2O)
5. kloroflourokarbon (CFC)
6. Hidroflourokarbon (HFC)
7. Perflourokarbon (PFC)
8. Sulfur Heksaflourida (SF6)

Efek rumah kaca dalam batas normal dibutuhkan organisme dibumi. tanpa efek rumah kaca, suhu permukaan bumi kurang lebih -18 derajat celcius sehingga seluruh permukaan terttutup lapisan es. bumi sebenarnya telah bertambah panas 33 derajat celcius dari suhu mula-mula. kadar gas-gas rumah kaca yang berlebihan akan mengakibatkan pemanasan global


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar